This skill should be used when the user asks to make a "perihbahasa", "plesetan peribahasa", "peribahasa lucu", "peribahasa gombal", "perihbahasa flirty/spicy", "plesetin peribahasa", a rhyming twist on a classic Indonesian idiom, or a witty/flirty caption riffing on a proverb. Generates humorous, absurd, and flirty remixes that preserve the original meter and rhyme.
Scanned 9/4/2026
Install to Claude Code
npx -y skills add widnyana/eyay-toolkits --skill perihbahasa --agent claude-codeInstalls into .claude/skills of the current project.
Are you the author of Perihbahasa?
Add the live security badge to your README — it updates automatically with every re-scan.
[](https://www.skillsdirectory.com/skills/widnyana-perihbahasa)More formats (shields.io, HTML) on the badges page.
---
name: perihbahasa
description: |
This skill should be used when the user asks to make a "perihbahasa",
"plesetan peribahasa", "peribahasa lucu", "peribahasa gombal",
"perihbahasa flirty/spicy", "plesetin peribahasa", a rhyming twist on a
classic Indonesian idiom, or a witty/flirty caption riffing on a proverb.
Generates humorous, absurd, and flirty remixes that preserve the original
meter and rhyme.
---
# Perihbahasa (Peribahasa Remix — Pun, Reversal, Transplant)
**Peribahasa** (peri + bahasa) adalah pepatah biasa. **Perihbahasa** (perih + bahasa) adalah
versi yang sengaja dibuat *perih* — dan nama plugin ini sendiri adalah contoh tekniknya:
satu pergeseran bunyi (`peri → perih`) mengubah "kata bijak" jadi "kata yang nyeri."
**Perih itu bukan luka fisik.** Ingat *"sakit tapi gak berdarah, gak luka"* — pain yang
diakui sah walau tanpa bukti fisik, karena ia luka emosional: nyesek, kecewa, campur aduk,
resah, insecure. **Perihbahasa yang baik tidak menciptakan luka baru — ia menyentuh luka
lama yang sudah ada di pembaca tapi belum diakui, dan barisnya adalah garamnya.** Teknik
(Pun-Swap, Moral-Reversal, dst.) hanya kendaraannya; yang menentukan lolos-tidaknya adalah
apakah baris itu **menyentuh sesuatu yang sudah nyeri**, bukan sekadar pintar secara teknis.
**Test lolos:** akankah pembaca screenshot lalu kirim ke teman dengan caption **"literally
me"** atau **"kena banget"** — bukan cuma "lucu juga"? Kalau jawabnya cuma "clever," itu
plesetan, bukan perihbahasa. Lihat Anatomy #1 dan #11 di bawah untuk detail.
**Target imitasi:** `references/exemplars.md` — baris gold-standard, dikelompokkan per teknik
dan diberi tag `perih` vs `plesetan`. Baca dulu, tiru kalibernya. Kalau outputmu tidak
sekuat contoh di sana, buang dan ulang.
## Anatomy — kenapa sebuah perihbahasa nendang
1. **Perih, bukan sekadar pintar.** Sebelum menilai teknik/rima, tanyakan: *luka apa yang
sudah ada di pembaca yang disentuh baris ini?* Kalau tidak ada luka yang tersentuh —
hanya lelucon pintar tanpa sengatan — itu *plesetan* (boleh, tapi bukan target utama),
bukan perihbahasa sejati.
2. **Pun-nya adalah maknanya, bukan dekorasi.** Kata yang ditukar harus membawa argumen nyata.
`nila → async` works karena async memang "hal kecil yang merusak sistem besar."
3. **Mainkan moral aslinya — sering dengan membaliknya.** Pertahankan moral di domain baru,
atau balik untuk membongkar kebenaran yang ditutupi peribahasa aslinya.
4. **Relatable = spesifik, bukan *vibe*.** Sebut satu momen betulan (`jadian seminggu, move-on
sedasawarsa`), bukan ringkasan generik ("sedih karena di-ghosting").
5. **Asimetri emosional = mesin yang dipakai ulang.** Sebab kecil : akibat besar, atau
investasi besar : hasil kecil — diselipkan ke kerangka `se-… se-…`.
6. **Tukar kata bedah, bukan tulis ulang klausa.** Makin sedikit kata diganti, makin keras
"aha"-nya. `terbitlah terang → terdengarlah erang`; `jatuh → jauh`; `payung → kamu`.
7. **Jaga kerangka fonetik via *near-homophone*.** `jatuh→jauh`, `terang→erang`,
`beriak→teriak`, `tangan→kenangan`. Suara bertahan walau makna berbalik.
8. **Pilih bentuk yang pas untuk lawakannya** — lihat katalog Techniques; jangan paksa satu
bentuk untuk semua idiom.
9. **Nada itu kerajinan; menjelaskan membunuhnya.** Budaya curhat online Indonesia (GenZ/
milenial) menyampaikan pain lewat *deadpan* — nada datar, self-deprecating, tanpa drama —
karena itulah cara yang "aman" secara sosial untuk mengaku vulnerable tanpa terlihat
*caper*/cari perhatian. Menjelaskan lelucon merobek armor itu dan berubah jadi curhat
sungguhan yang minta dikasihani — canggung. ALL-CAPS adalah satu-satunya pengecualian
(amarah yang *diperagakan*, bukan mentah). **Jangan pernah jelaskan lelucon.**
10. **Domain = rasa sakit yang kamu aktifkan.** Jangkau domain kehidupan GenZ/milenial
Indonesia sehari-hari, online maupun offline — lihat daftar lengkap di bawah. Pilih yang
punya derita betulan, bukan tema kabur.
11. **Bobot budaya menguatkan.** Plesetin baris yang dihafal semua orang Indonesia (`Habis
gelap terbitlah terang`, `Berakit-rakit ke hulu`, `Harimau mati…`, `Karena nila setitik…`).
## Domain — konteks hidup GenZ/milenial Indonesia
Pilih domain dari derita nyata sehari-hari, online maupun offline. Daftar di bawah bukan
final — tambah domain baru kalau user sebut konteks spesifik yang tidak masuk daftar ini.
- **romance / LDR / HTS** — putus, ghosting, hubungan tanpa status/kejelasan, rindu jarak jauh
- **circle / pertemanan** — di-fake, di-php-in circle, left-on-read grup chat, ketinggalan
circle lewat story orang lain
- **keluarga** — tekanan "kapan nikah/lulus/kerja," dibanding-bandingkan sama sepupu/anak
tetangga, ekspektasi ortu
- **medsos / comparison culture** — flexing, FOMO, julid, gap antara feed dan kenyataan/DM
- **karir / quarter-life** — SKS (sistem kebut semalam) yang kebawa ke kerjaan, precarity,
disuruh "bersyukur" atas gaji kecil, burnout
- **office** — senioritas, micromanagement, kerjaan numpuk, WFH/WFO politics
- **tech** — bug, deploy, code review, sistem yang rapuh gara-gara hal kecil
- **money** — boncos, gajian numpang lewat, cari cuan di luar negeri
- **mudik** — kerinduan kampung halaman vs kerjaan yang tak selesai
- **flirty / absurd** — nakal ringan, atau murni lucu tanpa maksud menyakiti
## Techniques
Pilih satu (atau gabungan). Definisi + contoh penuh per teknik ada di
`references/exemplars.md`.
- **Pun-Swap** — tukar satu kata kunci dengan *near-homophone* / kembaran semantik yang
membalik makna. *Terbitlah terang → terdengarlah erang.* *Jatuh → jauh.* *Payung → kamu.*
- **Moral-Reversal** — balik kesimpulan aslinya untuk membongkar kebenaran.
*Daripada hujan batu di negeri sendiri, lebih baik hujan emas di negeri orang.* *Pacar
teriak tanda terlalu dalam.*
- **Domain-Transplant** — pertahankan logika, pindahkan ke domain berderita.
*Karena async setitik, kena await sebelanga.* *Senior kencing berdiri, junior … direview.*
- **Punchline-Continuation** — simpan aslinya utuh, lalu tambah satu baris yang mengeskalasi.
*Air susu dibalas air tuba. Jadian lagi seminggu move-onnya sedasawarsa.*
- **Parallel-Couplet** — tulis ulang kedua belah jadi pasangan paralel, atau bangun pantun di
atas *near-homophone*. *Mantan pergi meninggalkan kenangan, gebetan pergi menanggalkan
harapan.*
- **Numeric-Asymmetry** — kerangka `se-… se-…` untuk kontras kecil:besar. *Putus satu, nunggu
seribu.* *Gara-gara 'Hai' sebaris, rusak move-on setahun.*
- **Pantun-Lyrical** — utamakan keindahan fonetik/kadens di atas *punch*. *Malam menyingsing
rindu menyongsong.*
## Generation Workflow
1. **Pilih peribahasa berbobot** — yang dihafal banyak orang (entri bertanda `★ berat` di
`references/proverbs.md`), atau yang disebut user. Tanpa spesifikasi, ambil kandidat dari
sana. Untuk membidik rima ujung tertentu: `grep -i '<ending>' references/proverbs.md`.
2. **Bongkar dua hal** — (a) **kata kunci** yang bisa ditukar, (b) **moral** aslinya. Kolom
makna di korpus hanya konteks; target rima adalah kata ujung klausa proverb itu sendiri.
3. **Pilih domain berderita + teknik.** Tanyakan: *pengalaman spesifik apa yang diterangi
logika peribahasa ini?* (async tertinggal, junior over-reviewed, satu hari jumpa vs setahun
rindu, dst.)
4. **Tukar bedah sambil jaga suara** — cari *near-homophone* / kembaran semantik untuk kata
kunci; pertahankan jumlah suku-kata dan rima ujung. Kalau rima dipaksakan, buang ulang.
5. **Baca keras-keras (di kepala).** Renyah atau kaku? Kalau kaku, ganti kata — jangan tambah
kata untuk menyembunyikan kekakuan.
6. **Potong semua penjelasan.** Kirim dalam 1–2 baris. *Caption boleh* — hanya kalau menambah
*punch* kedua; **jangan pernah menjelaskan lelucon.**
7. **Sertakan aslinya** untuk konteks saat mempresentasikan (lihat tabel contoh di bawah).
Saat user minta banyak: buat 3–5 per permintaan, **menyebar** lintas proverb sumber dan
teknik — bukan varian dari satu idiom, kecuali diminta menggali satu idiom.
## Examples
| Peribahasa Asli | Perihbahasa | Teknik | Domain |
| :--- | :--- | :--- | :--- |
| *Habis gelap terbitlah terang.* | **Habis gelap, terdengarlah erang.** | Pun-Swap | romance |
| *Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.* | **Karena async setitik, kena await sebelanga.** | Domain-Transplant | tech |
| *Air beriak tanda tak dalam.* | **Pacar teriak tanda terlalu dalam.** | Moral-Reversal | romance |
| *Sedia payung sebelum hujan.* | **Sedia kamu sebelum hujan.** | Pun-Swap | flirty |
| *Air susu dibalas air tuba.* | **Air susu dibalas air tuba. Jadian lagi seminggu, move-onnya sedasawarsa.** | Continuation + Asymmetry | romance |
| *Rumput tetangga lebih hijau.* | **Pekerjaan tetangga selalu lebih hijau.** | Pun-Swap | office |
| *Sedikit demi sedikit, menjadi bukit.* | **Sedikit demi sedikit, lama-lama ditinggal merit.** | Moral-Reversal | romance |
| *Sudah jatuh tertimpa tangga.* | **Sudah jauh tertimpa rindu.** | Pun-Swap | LDR |
| *Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui.* | **Pacar di bahu dilepaskan, selingkuhan di bahu orang lain disayangi.** | Parallel-Couplet | romance |
| *Panas setahun hilang oleh hujan sehari.* | **Rindu setahun dihapus jumpa sehari.** | Numeric-Asymmetry | LDR |
| *(bentuk pantun)* | **Malam menyingsing rindu menyongsong.** | Pantun-Lyrical | romance |
## Tone & Safety
- Kreativitas tinggi, *witty* — bukan vulgar demi vulgar. Citra eksplisit tetap metaforis.
- Default **tanpa spicy** (technique + domain dulu). Naikkan ke *spicy* hanya jika diminta
eksplisit ("yang nakal", "level 3", "spicy"), dan jangan pernah menargetkan individu nyata
bernama.
- Rima renyah, cocok pola tutur Indonesia baku/sehari-hari.
## Quality Checklist
Sebelum mengirim:
- [ ] **Perih, bukan cuma pintar** — menyentuh luka emosional yang sudah ada di pembaca
(nyesek/kecewa/campur aduk), lolos test "literally me" / "kena banget"
- [ ] Menggali proverb spesifik (idealnya berbobot) dan menyebut tekniknya
- [ ] Pun / kata yang ditukar **membawa makna**, bukan dekorasi
- [ ] Kadens + rima ujung asli terjaga (via *near-homophone*, bukan rima dipaksakan)
- [ ] Menyebut satu **momen spesifik** yang relatable, dari domain kehidupan GenZ/milenial
Indonesia (online atau offline)
- [ ] **Tanpa penjelasan** — berdiri sendiri dalam 1–2 baris, nada deadpan (kecuali ALL-CAPS
untuk amarah)
- [ ] Peribahasa asli disertakan untuk konteks
## References
- **`references/exemplars.md`** — gold-standard exemplars dikelompokkan per teknik, ditandai
mode `perih` vs `plesetan`. Target imitasi utama; baca sebelum generate.
- **`references/proverbs.md`** — korpus ~240 peribahasa tradisional + makna; entri berbobot
ditandai `★ berat` sebagai target utama.
Is this your skill, or is something wrong with this listing? Request removal or report an issue. Author removals are honored within 72 hours.
No comments yet. Be the first to comment!